Tampilkan postingan dengan label MATERI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Mei 2010

modul sosio kls xi ips smt 2

BAB 4
KELOMPOK SOSIAL


I. PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL
A. PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL
Definisi menurut beberapa ahli:
1. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelompok social sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.

2. Soerjono Soekanto, kelompok social adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antara mereka secara timbale balik dan saling mempengaruhi
3. Hendropuspito, kelompok social sebagai suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.

Dapat disimpulkan bahwa kelompok social adalah sekumpulan manusia yang memiliki persamaan cirri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang, serta memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya

SYARAT KELOMPOK SOSIAL
1. Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa ia bagian dari kelompok tsb.
2. Adanya hubungan timbal balik antaranggota
3. Adanya faktor pengikat, seperti kesamaan ideologi, kesamaan kepentingan atau kesamaan nasib
4. Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku
5. Bersistem dan berproses

B. CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL
1. Merupakan kesatuan nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia lain
2. Memiliki stuktur sosial yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu
3. Memiliki norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya
4. Memiliki kepentingan bersama
5. Adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya

II. DASAR PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL
1. Faktor kepentingan yang sama (Common Interest)
Misalnya : kelompok arisan, kelompok seniman, kelompok olahragawan
2. Faktor darah dan keturunan yang sama (Common Ancestry)
Misalnya : kelompok keturunan Arab, kelompok keturunan Cina
3. Faktor geografis
Misalnya : masyarakat yang tinggal di daerah Pantai membentuk kelompok nelayan
4. Faktor daerah asal yang sama
Misalnya : KMJB (Keluarga Mahasiswa Jabar), Keluarga Besar Minang

III. MACAM-MACAM KELOMPOK SOSIAL

A. Klasifikasi menurut cara terbentuknya
1. Kelompok semu
Ciri-ciri kelompok semu :
- Tanpa rencana dan terbentuknya secara spontan
- Tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu
- Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada komunikasi secara terus-menerus
- Tidak ada kesadaran berkelompok
- Kehadirannya tidak konstan
a. Kerumunan
Bentuk-bentuk kerumunan
• Formal audience / khalayak penonton / pendengar resmi: mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan tetapi sifatnya sangat pasif
Contoh : penonton boiskop, hadirin suatu khotbah
• Planned expressive group : kerumunan yang tidak begitu mementingkan pusat perhatian tetepi mempunyai persamaan tujuan serta kepuasan yang dihasilkan
Contoh : orang yang berdansa, berpesta dan berekreasi
• Inconvenient causal crowds: kerumunan yang bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan fasilitas-fasilitas sama
Contoh : orang antri karcis, orang yang menunggu bis
• Panic causal crowds / kerumunan panik: orang-orang dalam keadaan panik yang sedang berusaha menyelamatkan dari suatu bahaya
• Spectator causal crowds / kerumunan penonton : terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu peristiwa tertentu, hampir sama dengan khalayak penonton tetapi kerumunan penonton tanpa direncanakan
• Acting lawless crowds / acting mob / kerumunan emosional : mempunyai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma- norma social
• Immoral lawless crowds / kerumunan tak bermoral : segala tindakannya berlawanan dengan norma-norma pergaulan hidup

b. Massa
Ciri-ciri massa
• Terdiri dari orang-orang dalam segala lapangan dan tingkatan sosial
• Anonim dan heterogen
• Tidak terdapat interaksi dan interelasi
• Tidak mampu bertindak secara teratur
• Adanya sikap yang kurang kritis, gampang percaya pada pihak lain, amat sugestible (mudah dipengaruhi)

c. Publik
Ciri-ciri publik (khalayah ramai)
• Kelompok yang tidak teratur
• Interaksi secara tidak langsung melalui media massa
• Perilaku publik didasarkan pada perilaku individu
• Anonim dan terdiri atas berbagai lapisan masyarakat
• Mempunyai minat yang sama terhadap suatu masalah
• Minat yang sama tersebut belum tentu mempunyai opini atau pendapat yang sama terhadap suatu masalah
• Berusaha menguasai masalah tsb
• Adanya kecenderungan mereka berfikir rasional

2. Kelompok nyata
a. Statistical Group (Kelompok Statistik)
Ciri-ciri kelompok statistik
• Tidak direncanakan, tidak disengaja, tidak berarti sangat mendadak / spontan tetapi sudah terbentuk dengan sendirinya
• Tidak terhimpun dan tidak terorganisir dalam wadah tertentu
• Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada komunikasi secara terus-menerus
• Tidak ada kesadaran berkelompok
• Kehadirannya konstan
b. Societal Group (Kelompok Sosieta)
Ciri-ciri kelompok sosieta
• Tidak direncanakan, tidak sengaja, terbentuk dengan sendirinya
• Kemungkinan terhimpun dalam suatu wadah tertentu
• Kemungkinan terjadi interaksi, interrelasi, atau komunikasi
• Kemungkinan terjadi kesadaran kelompok
• Kehadirannya konstan
c. Social Group (Kelompok Sosial)
Sering disamakan dengan masyarakat dalam arti khusus. Terbentuk karena adanya unsure-unsur yang sama, seperti tempat tinggal, pekerjaan yang sama, kedudukan yang sama, atau kegemaran yang sama.
Memiliki anggota yang berinteraksi dan melakukan komunikasi secara terus menerus.
Contoh: tetangga, teman
d. Associational Group (Kelompok Assosiasi)
Ciri-ciri kelompok asosiasi
• Direncanakan atau sengaja dibentuk
• Terorganisir secara nyata dalam suatu wadah
• Ada interaksi dan interrelasi serta komunikasi secara terus-menerus
• Adanya kesadaran kelompok yang kuat
• Kehadirannya konstan
Contoh: dalam lembaga pendidikan, kesatuang angkatan bersenjata
B. Klasifikasi menurut erat longgarnya ikatan antaranggota
Menurut Ferdinand Tonnies:
a. GEMEINSCHAFT (PAGUYUBAN)
Kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal
Bentuk gemeinschaft
• Gemeinschaft by blood (ikatan darah)
Contoh : keluarga , kelompok kekerabatan
• Gemeinschaft of place ( tempat)
Contoh : Rukun Tetangga, Rukun Warga
• Gemeinschaft of mind (dasar ideologi): terdiri dari individu yang memiliki jiwa dan pikiran yang sama karena ideologi yang sama
b. Gesselscaft (patembayan) : ikatan lahir yang bersifat pokok untuk waktu yang yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan bersifat sebagai suatu bentuk pikiran belaka
Ciri-ciri gesselshaft :
• Hubungan terbatas pada urusan tertentu
• Hubungan antar peran dan status
• Bersifat publik life

C. Klasifikasi kelompok sosial menurut pencapaian tujuan
a. Kelompok formal : memiliki peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antaranggotanya
b. Kelompok informal : terbenhtuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan merasa memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama

D. Klasifikasi menurut pendapat Merton
a. Membership group
merupakan kelompok social yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut
b. Reference group
kelompok social yang menjadi acuan bagi seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya sesuai dengan kelompok acuan.

E. Klasifikasi menurut sudut pandang individu
a. In group (kelompok sendiri)
kelompok social tempat individu mengidentifikasikan dirinya
b. Out group (kelompok luar)
kelompok yang menjadi lawan in group, menjadi dasar munculnya sikap etnosentris

F. Klasifikasi menurut kualitas hubungan antar anggota
a. Kelompok primer
Suatu kelompok yang hubungan antar anggota saling mengenal dan bersifat informal
b. Kelompok sekunder
suatu kelompok yang hubung antaranggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas manfaat.

III. PENUGASAN

TUGAS 1
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Jelaskan latar belakang manusia hidup berkelompok!
………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
2. Sebutkan pengerian kelompok social!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
3. Buatlah perbandingan antara kelompok social semu dengan kelompok nyata!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
4. Jelaskan dengan contoh perbedaan gemeinschaft dan gesellschaft!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
5. Tulislah 5 kelompok social yang ada disekitarmu dan klasifikasikanlah kelompok social tersebutl!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..


TUGAS 2
Tuliskan pengertian dari:
1. Formal audience: …………………………………………………………………………………
Contoh: ……………………………………………………………………………………………….
2. Planned expressive group: …………………………………………………………………….
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
3. Inconvenient causal crowd: …………………………………………………………………..
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
4. Panic causal crowd: ………………………………………………………………………………
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
5. Spectator causal crowd: ……………………………………………………………………….
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
6. Acting lawless crowds: …………………………………………………………………………
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
7. Immoral lawless crowds: ………………………………………………………………………
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
8. Massa : ……………………………………………………………………………………………….
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
9. Public : ……………………………………………………………………………………………….
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
10. Statistical group: ………………………………………………………………………………….
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
11. Societal group : …………………………………………………………………………………..
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
12. Social group: ……………………………………………………………………………………….
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
13. Associational group : ……………………………………………………………………………
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
14. Gemeinschaft: …………………………………………………………………………………….
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
15. Gesselschaft: ………………………………………………………………………………………
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
16. Kelompok primer: …………………………………………………………………………………
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
17. Kelompok sekunder : …………………………………………………………………………….
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
18. Kelompok formal: ………………………………………………………………………………..
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
19. Kelompok informal: ……………………………………………………………………………..
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
20. Membership group: ……………………………………………………………………………..
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
21. Reference group: ………………………………………………………………………………..
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
22. In group : …………………………………………………………………………………………..
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..
23. Out group: ………………………………………………………………………………………….
Contoh : ……………………………………………………………………………………………..

TUGAS 3
Diskusi:
Pada suatu pagi terjadi sebuah kecelakaan dan akibat dari kejadian tersebut terbentuklah sekelompok orang yang berkumpul menyaksikan kejadian tersebut. Beberapa saat kemudian, setelah korban dibawa ke Rumah Sakit bubarlah kerumunan tersebut.
Apakah kerumunan/gerombolan orang tersebut termasuk kelompok social? Diskusikan dengan kelompokmu dan tulislah hasil diskusi tersebut
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..













BAB 5
DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL


I. PENGERTIAN DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL

- Menurut Floyd D, dinamika kelompok merupakan analisis hubungan kelompok-kelompok social dimana tingkah laku dalam kelompok adalah hasil interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi social tertentu.
- Ruth Benedict, persoalan yang dikaji dalam dinamika kelompok social adalah:
• Kohesi atau persatuan, akan terlihat tingkah laku para anggota dalam suatu kelompok (proses pengelompokan, intensitas anggota, arah pilihan,dan nilai-nilai dalam kelompok)
• Motif atau dorongan, berkisar pada perhatian anggota terhadap kehidupan kelompok (kesatuan kelompok, tujuan bersama, dan orientasi diri terhadap kelompok)
• Struktur, terlihat pada bentuk pengelompokan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antaranggota, dan pemabgian tugas
• Pimpinan, pimpinan sangat penting pada kehidupan kelompok social (bentuk kepemimpinan, tugas pimpinan, dan system kepemimpinan
• Perkembangan kelompok, dapat dilihat dari perubahan dalam kelompok, perpevahan kelompok, keinginan anggota untuk tetap berada dalam kelompok,

Beberapa alasan penting mempelajari dinamika kelompok sosial :
• Kelompok sosial merupakan kesatuan-kesatuan soaial yang selalu ada dalam setiap masyarakat.
• Dinamika kelompok sosial berkaitan dengan perubahan sosial dan kebudayaan yang relevan

II. Faktor pendorong dinamika kelompok social

1. Faktor pendorong dari luar kelompok
 Perubahan situasi social
Seperti pemekaran sebuah wilayah, masuknya industrialisasi ke pedesaan, dan adanya penemuanp-penemuan baru
 Perubahan situasi ekonomi
Masyarakat perkotaan memiliki tingkat perkembangan ekonomi yang lebih tinggi dibanding masyarakat pedesaan
 Perubahan situasi Politik
Pergantian elite politik menyebabkan perkembangan kelompok-kelompok social masyarakat,

2. Faktor pendorong dari dalam
 Adanya konflik antaranggota kelompok
Menyebabkan keretakan dan berubahnya pola hubungan sosial
 Adanya perbedaan kepentingan
Kelangsungan kelompok akan terancam, karena anggota yang tidak sepaham akan berusaha memisahkan diri
 Adanya perbedaan paham
Perbedaan paham akan mempengaruhi kelompok social secara keseluruhan


III. PROSES PERKEMBANGAN BERBAGAI KELOMPOK SOSIAL

1. KELOMPOK KEKERABATAN
Merupakan kelompok social terkecil dalam masyarakat.
Menurut William Goode, macam keluarga:
 Keluarga inti/keluarga batih/nuclear family: terdiri dari ayah, ibu dan anak yang belum menikah
 Keluarga luas/extended family: keluarga inti yang berkembang menjadi hubungan darah yang meluas menjadi kekerabatan
Menurut Clayton, mecam keluarga:
 Keluarga konsanguinal : menekankan pada pentingnya ikatan-ikatan darah, seperti hubungan antara seseorang dengan orang tuanya dianggap lebih penting daripada ikatan antara suami atau isterinya
 Keluarga konjugal : keluarga yang lebih mementingkan hubungan perkawinan (suami dan isteri) daripada ikatan dengan orang tuanya
Tipe keluarga yang lain:
 Kelurga orientasi ( family of orientation): jika individu dilahirkan olah pasangan suami istri kelurga ybs / keluarga dimana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasi yang terpenting (individu sebagai anak)
 Keluarga prokreasi (family of proceation): apabila seseorang yang mula-mula dari keluarga orientasi, kemudian terjadi perkawinan beralih menjadi kelurga prokreasi

2. Kelompok okupasional
Kelompok-kelompok profesi yang terdiri dari kalangan profesional yang memiliki etika profesi

3. Kelompok Volunteer
Terdiri dari orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama tetapi tidak mendapat perhatian dari masyarakat yang semakin luas daya jangkauannya.
Kelompok volunter memenuhi kebutuhan anggotanya secara mandiri tanpa mengganggu kepentingan masyarakat umum.
Contoh : Kelompok volunter di Indonesia adalah KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu)

4. Masyarakat pedesaan (Rural Community)
Masyarakat pedesaan merupakan masyarakat yang umumnya memiliki mata pencaharian bertani atau berkebun. Sestem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan mempunyai hubungan yang erat serta mendalam di antara anggotanya.
Pedrubahan pada masyarakat pedesaan sulit dilakukan karena pola pikir masyarakatnya terutama pola generasi tua yang mendasarkan pada tradisi.
Ditambah lagi kurangnya proses pemerataan pembanguna dan informasi menimbulkan kondisi yang kontras antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan

5. Masyarakat perkotaan
Masyarakat kota merupakan kelompok social yang mendiami wilayah yang luas, bermatapencaharian sector industry, jasa dan perdagangan.
Keanggotaan tidak saling mengenal, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi.
Karena mempunyai tatanan nilai yang heterogen, terdiri dari berbagai suku, agama dan adat istiadat, menjalankankan fungsi administrative dan pusat komersial dan bahkan pusat konsentrasi kegiatan yang menjadi indicator modernisasi menyebabkan kota menjadi daya tarik bagi warga desa untuk melakukan urbanisasi.

Faktor pendorong Urbanisasi
 Sempitnya lapangan pekerjaan di desa
 Adanya generasi muda yang ingin memperbaiki kehidupan dan membebaskan diri dari adat-istiadat
 Kesempatan menambah ilmu di desa sangat terbatas

Faktor penarik Urbanisasi
 Kota adalah pusat kegiatan perekonomian, pemerintahan, administratif dan industri
 Kota menghimpun modal yang lebih besar
 Kota memberikan peluang yang tidak terbatas
 Industrialisasi di kota menambah peluang lapangan kerja yang lebih banyak

Faktor penyebab masyarakat kota bersifat dinamis :
 Faktor pendidikan
Stratifikasi social didasarkan pada keahlian yang diperoleh melalui pendidikan
 Urbanisasi
Kalompok social berubah karena dengan adanya urbanisasi menyebabkan penduduk kota banyak, pengangguran banyak, tingkat kriminalitas tinggi, tidak mudah percaya terhadap orang lain, dan sikap individualistis
 Komunikasi
Informasi dan komunikasi semakin cepat melalui berbagai media memberikan informasi yang dapat mendorong perkembangan dan perubahan masyarakat kota
 Industrialisasi dan mekanisasi
Menyebabkan masyarakat kota tergantung kepada mesin-mesin yang telah meringankan pekerjaan. Adanya spesialisais pekerjaan menyebabkan masyarakat kota ahli dalam bidang tertentu dan kurang mampu pada pekerjaan yang lain

Perkembangan masyrakat kota ditijau dari berbagai aspek:
• Aspek ekonomi
Perkembangan ekonomi dapat dilihat dari pembangunan pasar swalayan, alat pembayaran tidak hanya uang (dengan kartu kredit)
• Aspek social
Kelompok kekerabatan mulai memudar diganti kelompok berdasarkan kepentingan yang sama, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi.
• Aspek politik
Masyarakat mulai tanggap dan kritis terhadap kehidupan politik, sehingga lebih dinamis.
• Aspek budaya
Keterbukaan terhadap dunia luar menyebabkan masyarakat kota merasa lebih modern bila mengadaptasi budaya asing dan mulai meninggalkan budaya tradisional

Dampak perkembangan masyarakat kota:
1. Dampak positif
• Tingkat pendidikan lebih merata
• Kominikasi dan informasi lebih cepat dan mudah
• Profesionalitas lebih terjaga
• Pembangunan dalam berbagai bidang lebih terjamin
2. Dampak negative
• Munculnya sikap individualistis
• Memudarnya nilai kebersamaan
• Munculnya sikap kurang mempercayai pihak lain
• Memudarnya perhatian terhadap budaya local dan budaya nasional terutama para generasi mudanya
IV. PENUGASAN
TUGAS 1
Diskusi
Masuknya industrialisasi ke daerah pedesaan mengakibatkan lahan-lahan pertanian berubah menjadi pabrik-pabrik, sedangkan generasi muda lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik daripada bekerja sebagai petani. Menurutmu, apakah keadaan tersebut mengindikasikan adanya perkembangan kelompok social? Diskusikan dengan teman sebangkumu dan tuliskan hasilnya!

…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….

TUGAS 2
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Sebutkan pengertian dinamika kelompok sosial!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………

2. Jelaskan perkembangan kelompok kekerabatan!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
3. Jelaskan perkembangan masyarakat desa!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
4. Jelaskan factor pendorong dinamika masyarakat kota!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
5. Jelaskan dampak negative dinamika masyarakat kota!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………

















BAB 6
MASYARAKAT MULTIKULTURAL


I. PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL

a. Menurut J.S Furnivall
Masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain dalam satu kesatuan politik
b. J. Nasikun
Masyarakat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara structural memilki sub-subkebudayaan yang bersifat diverse yang ditandai oleh kurang berkembangnya system nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga system nilai dari kesatuan-kedsatuan social serta sering munculnya konflik-konflik social
c. Menurut Van den Berg
Masyarakat multicultural memiliki karakteristik :
• Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok-kelompok yang sering kali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu sama lain
• Memiliki struktur social yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer
• Kurang mengembangkan consensus di antara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai social yang bersifat mendasar
• Relative sering terjadi konflik diantara kelompok yang ada
• Secara relative integrasi social tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi
• Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok-kelompok yang lain.

Ciri-ciri masyarakat multicultural secara umum:
 Adanya pengakuan terhadap perbedaan & kompleksifitas kehidupan .
 Adanya perlakuan yan g sama terhadap semua komunitas baik yang mayoritas maupun minoritas .
 Kesederajatan kedudukan dalam keaneragaman dan perbedaan secara individu / kelompok .
 Penghargaan yan g tinggi terhadap HAM dan saling menghormati .
 Adanya kebersamaan , kerjasama dan hidup berdampingan

Jenis-jenis masyarakat multikultur/majemuk
1. Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang
Terdiri atas sejumlah komunitas atau kelompok etnik yang memiliki kekuatan kompetisi seimbang

2. Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan
Terdiri atas sejumlah komunitas atau kelompok etnik yang kekuatan kompetitifnya tidak seimbang
3. Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan
Kelompok minoritas memiliki kekuatan kompetitif di atas yang lain sehingga mendominasi politik dan ekonomi
4. Masyarakat majemuk dengan fragmentasi
Tidak ada satu kelompokpun mempunyai posisi politik atau ekonomi dominan


II. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA MASYARAKAT MULTIKULTURAL INDONESIA
1. Keadaan geografis
Terdiri dari 17 ribu pulau merupakan factor yang sangat besar pengaruhnya terhadap terciptanya multicultural suku bangsa di Indonesia
2. Pengaruh kebudayaan asing
Karena terletak di jalur perlintasan menungkinakan penyebaran agama dan kebudayaan yang dibawa oleh para pedagang
3. Kondisi iklim yang berbeda
Perbedaan tempat tinggal, dipantai dan dipedalaman, perbedaan curah hujan dan kesuburan menyebabkan masyarakat Indonesia berbeda.

Integrasi masyarakat Indonesia dalam kesatuan wilayah Republik Indonesia dipicu oleh peristiwa:
1. Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit telah mempersatukan suku bangsa-suku bangsa Indonesia dalam kesatuan politis, ekonomis dan social.
2. Kekuasaan kolonialisme Belanda selama tiga setengah abad telah menyatukan suku bangsa-suku bangsa di Indonesia dalam satu kesatuan nasib dan cita-cita
3. Selama pergerakan nasional, para pemuda Indonesia telah menolak menonjolkan isu kesukubangsaan dan melahirkan Sumpah Pemuda
4. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia RI 17 Agustus yang mendapat dukungan dari semua suku bangsa di Indonesia yang mengalami nasib yang sama di bawah penjajahan Belanda dan Jepang.

III. KEANEKARAGAMAN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI INDONESIA

Menurut Koentjaraningrat, klasifikasi keanekaragaman warna masyarakat dan kebudayaan di Indonesia adalah:
1. Tipe Masyarakat berdasarkan system berkebun yang sangat sederhana
2. Tipe masyarakat pedesaan dengan berdasarkan bercocok tanam di lading atau sawah
3. Tipe masyarakat pedesaan dengan berdasarkan bercocok tanam di lading atau sawah dengan orientasi kota
4. Tipe masyarakat pedesaan dengan berdasarkan bercocok tanam di sawah dengan padi sebagai tanaman pokoknya
5. Tipe masyarakat perkotaan
6. Tipe masyarakat metropolitan

Pengelompokan dalam beberapa kelompok tertentu:
1. kelompok etnis
Bentuk kelompok yang menampilkan persamaan bahasa, adat kebiasaan, wilayah, sejarah, sikap dan system politik serta telah mengembangkan subkulturnya sendiri.
Kelompok etnis yang ada di Indonesia:
• Pulau Sumatra (suku Aceh, Minangkabau, Melayu, Bengkulu, Batak, Mentawai, Nias, Palembang, Lampungh)
• Pulau Kalimantan (suku Dayak, Banjar, Melayu)
• Pulau Jawa (suku Jawa, Sunda, Badui, Tengger, Betawi)
• Pulau Sulawesi (suku Minahasa, Sangir, Bolang Mangondo, Gorontalo, Toraja, Bugis, Makasar, Mandar)
• Pulau Bali (suku Bali Aga, orang Bali pendatang)
• Pulau Maluku (suku Ambon, Kei, Tual, Dobo, Morotai)
• Pulau Papua (suku Waigeo, Bantanta, Timika, Asmat, Dani, Kubu Anak dalam)
• Pulau Nusa Tenggara (suku Sasak, Dompu, Helong, Timor, Lio, Alor)

2. Kelompok keagamaan
Indonesia terdiri atas banyak pemeluk umat beragama.

3. Kelompok social berdasarkan stratifikasi social
Stratifikasi tidak hanya mendasarkan pada aspek ekonomi saja, tetapi orang mulai berlomba menaikkan status social dengan pendidikan

IV. MASALAH YANG TIMBUL AKIBAT KEANEKARAGAMAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL

1. Kesenjangan Multidimensional
Terdapat kesenjangan hamper semua aspek kehidupan.
a. Kesenjangan aspek kemasyarakatan
Mencakup penyelenggaraan organisasi social, system politik, dan system hokum
b. Kesenjangan sosiografis antara pulau Jawa dan pulau-pulau di Indonesia
Kesenjangan dalam hal kepadatan penduduk, kemajuan pendidikan, dan tingkat kemakmuran serta keterlibatan dalam komunikasi serta telekomunikasi nasional maupun internasional
c. Kesenjangan yang berkaitan dengan aspek materiil
Perkembangan industrialisasi yang terkonsentrasi di Pulau Jawa telah memperbesar kesenjangan Jawa dan luar Jawa.
d. Kesenjangan antara mayoritas dan minoritas
• Kesenjangan antara pribumi dan non pribumi
• Kesenjangan antara penganut agama mayoritas dan penganut agama minoritas
• Kesenjangan antara kaya dan miskin
• Kesenjangan dalam bidang sosiokultural yang menyangkut struktur piramida kekuasaan

2. Konflik antaretnis dan antarpemeluk agama yang berbeda
Konflik antar suku bangsa adalah konflik antara kelompok suku bangsa yang etrgolong pribumu dengan kelompok suku bangsa yang etrgolong pendatang, yang diakibatkan oleh adanya perbuatan sejumlah warga pendatang(oknum) yang bertindak sebagai preman dan criminal yang telah mendominasi hamper keseluruhan bidang kehidupan dengan cara-cara kekerasan dan terror
Dampak dari pendominasian kekerasan dan terror:
a. kemunculan kesadaran dan kemantapankesukubangsaan pada mereka yang merasa ditidakadili dan yang menjadi tidak berdaya sebagai lawan dari kesukubangsaan para preman dan orang-orang yang tergolong sebagai suku bangsa preman
b. Kemunculan dan kemantapan stereotif dan prasangka terhadap mereka yang tergolong suku bangsa preman dan pelaku criminal yang didasari oleh kebencian yang mendalam.
c. Munculnya perlawanan secara perorangan dan kelompok-kelompok kecil dari masyarakat terhadap dominasi preman dan pelaku criminal.

V. Perkembangan Keanekargaman dalam Masyarakat

Interaksi yaitu berkumpulnya anggota kelompok yang berbeda dalam satu kelompok sosial yang sama. Suatu kelompok social berdasarkan atas persamaan daerah, suku bangsa, agama, ras, dan lapisan social sehingga dapat disatukan menjadi sebuah kelompok social.
Dalam kelompok social itu terjadi persilangan ( interseksi ) maupun konsolidasi, misalnya antara Klan dan suku bangsa. Keadaan demikian oleh Peter M. Blau disebut sebagai intersected social structure dan consolidated social structure.

A. Intersected social structure
Suatu struktur social dinamakan intersected apabila keanggotaan para warga masyarakat dalam kelompok – kelompok social yang ada bersifat silang – menyilang (interseksi). Sebuah kelompok terdiri dari berbagai latar belakang suku, ras, agama, dll.
Keanggotaan para warga masyarakat dalam kelompok – kelompok social yang saling menyilang ( intersected atau cross cutting affiliation ) akan menimbulan terjadinya loyalitas yang juga silang – menyilang ( cross cutting loyalities ).
Interseksi ( Persilangan ) Keanggotaan Warga Masyarakat dalam Kelompok-Kelompok Sosial :
Interaksi merupakan gambaran tentang terjadinya persilangan keanggotaan warga masyarakat dalam kelompok social tertentu, hal ini terjadi akibat adanya sifat keterbukaan dalam system pelapisan social dan diferensiasi social yang ada dalam masyarakat.
Contohnya adalah orang dari suku Jawa, Madura, Sunda yang masuk menjadi anggota partai A sehingga tergolong pada masyarakat yang berpartisipasi palitik di partai A.





Cross cutting affiliations yang melahirkan cross cutting loyality, selain dapat meredakan konfllik juga dapat digunakan sebagai penyeimbang untuk mencegah terjadinya konflik yang tajam di antara suku – suku bangsa.
Jadi, konsekuensi perubahan interseksi terhadap diferensial adalah perubahan yang mengarah pada kemajuan dalam segala aspek kehidupan dengan maksud mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa yang lebih ber- Bhineka Tunggal Ika.

Proses persilangan antarkelompok masyarakat akan memberikan dampak sebagai berikut
1. Melahirkan perasaan saling memiliki dan tanggung jawab
2. Mengikat, terhadap tempat atau wadah keanggotaannya
3. Tetap memilki loyalitas terhadap kelompok sosialnya
4. Mengecek terjadinya konflik antarkelompok social tersebut
5. Mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa

B. Consolidated social structure
Struktur social masyarakat disebut consolidated apabila terjadi tumpang tindih parameter, sehingga terjadi penguatan identitas keanggotaan warga masyarakat di dalam kelompok social. Sebuah kelompok social merupakan wadah orang – orang yang stu ras, satu suku bangsa, atau satu agama

Konsolidasi Keanggotaan Warga Masyarakat dalam Kelompok Sosial
Kata konsolidasi berasal dari bahsa latin consolidation, yang artinya penguatan. Konsolidasi adalah gambaran tentang terjadinya proses memperkuat hubungan, persatuan, atau tumpang tindihnya keanggotaan warga masyarakat dalam kelompok – kelompok social tertentu akibat adanya sifat keterbukaan dalam system deferensiasi.

Proses Interaksi dan Konsolidasi Keanggotaan Warga Masyarakat dalam Kelompok Sosial :
Proses kehidupan bermasyarakat mulai dari adanya kelompok yang paling kecil yang disebut keluarga. Dari keluarga tersebut auatu kelompok yang disebut Klan. Klan adalah kelompok kekerabatan yang menyusun hubungan melalui keturunan ayah ( patrilineal ) dan garis keturunan ibu ( matrilineal ) yang menunjukkan adanya integrasi social, seperti kesatuan wilayah, adapt istiadat, hak – hak istimewa. Contohnya adalah perkawinan wanita dari Bali denagn seorang laki – laki dari suku Jawa. Kemudian dalam upacara perkawinan tersebut menggunakan upacara adat dari kedua suku tersebut, sehingga terwujud keserasian dan keharmonisan.





Konsekuensi Konsolidasi dalam Masyarakat Multikultural
Di dalam masyarakat Indonesia konsolidasi atau konsolidasi atau tumpang tindih keanggotaan dapat dilihat seperti contoh di bawah ini.
Orang Bali identik dengan Hindu, orang melayu identik dengan orang Islam, dan orang Minahasa identik dengan Kristen Protestan. Akibat adanya tumpang tindih ( konsolidasi ) keanggotaan ini anggota masyarakat dapat digolongkan menurut suku bangsa sekaligus juga dapat digolongkan menurut agama

Dari contoh diatas, terlihat bahwa terjadi tumpang tindih parameter sehingga terjadi penguatan identitas keanggotaan warga masyarakat di dalam kelompok social. Adanya kelompok social yang berusaha mempertahankan identitas dirinya seperti suku bangsa dan agama ini dinamakan primoordialisme.
Primordialisme yang terbentuk ini dapat berdampa positif dan negative. Apabila primordialisme itu diarahkan untuk memelihara kekerabatan serta budaya daerah dalam menunjang persatuan bangsa dan terpeliharanya kebudayaan nasional bangsa maka primordialisme dikatakan berdampak positif.

Primordialisme juga dapat bersifat negative jika primordialisme melahirkan sikap rasialisme, sukuisme, dan primordialisme ekstrimisme sehingga akan mengganggu dan memudarkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Adanya primordialisme sebagaimana diuraikan diatas, juga mendorong lahirnya berbagai organisasi social politik, diantaranya adalah Partai Nasional Indoneaia ( PNI ), Majelis Syura Muslim Indonesia ( Masyumi ). Di samping itu ada pula organisasi – organisasi lainnya yang bersifat kedaerahan, antara lain Jong Java, Jong Sumatera Bond, dll.

Jadi dapat disimpulkan bahwa konsekwensi perubahan konsolidasi terhadap diferensiasi social pada masa lalu hanya sekedar untuk mengikat persatuan bagi kepentingan kelompok atau kepentingan tertentu. Sedangkan masa sekarang konsolidasi mengikat persatuan untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bangsa dan Negara di segala bidang.

VI. Masalah Perkembangan Kelompok Sosial

1. Primordialisme
Primordialisme adalah paham atau ide dari anggota masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk berkelompok sehingga terbentuklah suku – suku bangsa.
Latar belakang timbulnya primordialisme antara lain sebagai berikut
Adanya sesuatu yang dianggap istimewa pada ras, suku bangsa, daerah asal, dan agama.
Ingin mempertahankan keunggulan kelompok atau komunitas dari ancaman luar.
Adanya nilai – nilai yang dijunjung tinggi karena keterkaitann dengan system keyakinan, misalnya nilai keagamaan dan falsafah hidup di dalamnya.

Dampak negative dari primordialisme antara lain
1. Menghambat hubungan antarbangsa
2. Menghambat proses asimilasi dan integrasi
3. Mengurangi bahkan menghilangkan objektivitas ilmu pengetahuan.
4. Penyebab terjadinya diskriminasi ( perbedaan secara sengaja terhadap) golongan tertentu yang didasarkan pada ras, agama, mayoritas, dan minoritas masyarakat ).
5. Merupakan kekuatan terpendam ( potensi ) terjadinya konflik antara suku suku bangsa.
Sedangkan dampak sisi positif primordialiisme antara lain sebagai berikut
1. Meneguhkan cinta tanah air
2. Mempertinggi kesetiaan terhadap bangsa
3. Mempertinggi semangat patriotisme
4. Menjaga keutuhan dan kestabilan budaya


2. Etnosentris
Etnosentris adalah sikap menilai unsur – unsur kebudayaan lain dengan menggunakan kebudayaan sendiri. Dapat diartikan pula sebagai sikap yang menganggap cara hidup bangsa merupakan cara hidup yang paling baik.

Dampak negatifyang lebih luas dari sikap etnosentris lainnya, yaitu :
• Mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuaan
• Menghammbat pertukaran budaya
• Menghambat proses asimilasi kelompok yang berbeda
• Memecu timbulnya konflik social

Bukti adanya sikap Etnosentris adalah hamper setiap individu merasa bahwa kebudayaan yang paling baik dan lebih tinggi dibandingkan dengan kebudayaan lainnya. Misalnya, sebagai berikut :
Bangsa Amerika angga akan kekayaan materinya.
Bangsa Prancis bangga akan bahasanya
Bnagsa Italy bangga akan musiknya

3. Pengertian aliran politik
Politik aliran berasal dari kata pliyik dan aliran, politik artinya segala urisan dan tindakan ( kebijakan dan siasat ) mengenai pemerintahan Negara. Sedangkan aliran, artinya haluan, pendapat, paham politik, dan pandangan hidup.
Jadi politik aliran adalah sebagai suatu kebijakan atau siasat yang dijadikan haluan, paham politik, atau pandangan hidup oleh suatu orang atau kelompok masyarakat.

Proses Perkembangan Politik Aliran
Perkembangan kehidupan politik (system politik) sebagai konsekuensi adanya kehidupan masyarakat yang majemuk (diferensiasi social) dan pelapisan social (stratifikasi social) disamping proses–proses social yang lain.

Perkembangan Politik Aliran di Indonesia
Adanya politik aliran pada masa lalu yang bersifat primordial antara lain terlihat seperti, adanya Partai Nasonal Indonesia ( PNI ), Persatuan Rakyat Marheni Indonesia ( PERMAI ), Partai Buruh Indonesia ( PBI ), dll.


VII. PENUGASAN
Tugas 1
Menurut pendapatmu apakah konsep asimilasi yang berarti percampuran budaya asing dengan budaya asli dengan konsep integrasi yang berarti adanya pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh bertentangan dengan konsep dan tujuan multikulturaisme? Jelaskan! Diskusikan dalamkelompokmu! Tuliskan hasil diskusimu!
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
Tugas 2
Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Mengapa benturan peradaban menjadi penyebab munculnya masyarakat multicultural? Jelaskan!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

2. Jelaskan dengan singkat tiga hal penting yang menyebabkan makin derasnya arus globalisasi dewasa ini!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

3. Temukan dan tunjukkan empat potensi destruktif yang tersimpan dalam masyarakat multicultural!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

4. Mengapa pendidikan multicultural begitu penting? Jelaskan!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

5. Jelaskan pengaruh stereotip terhadap kehidupan dalam masyarakat multikultural!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..



Baca selengkapnya...

modul sosio kls xi ips smt 1

BAB 1
STRATIFIKASI SOSIAL DAN DIFFERENSIASI SOSIAL


I. STRUKTUR SOSIAL
PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL
Definisi menurut beberapa ahli:
1. Raymond Firth menyatakan bahawa struktur social merupakan suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga dimana orang banyak tersebut ambil bagian.

2. Soerjono Soekanto, struktur social mengacu pada hubungan-hubungan yang lebih fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat dan memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisasi
Dapat disimpulkan bahwa struktur social merupakan tatanan social dalam kehidupan masyarakat yang didalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan dengan batas-batas perangkat unsur-unsur social yang mengacu pada suatu keteraturan perilaku di masyarakat.

CIRI-CIRI STRUKTUR SOSIAL
1. Bersifat abstrak
2. terdapat dimensi vertical dan horizontal
3. sebagai landasan sebuah proses social suatu masyarakat
4. merupakan bagian dari system pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat
5. selalu berkembang dan dapat berubah

II. STRATIFIKASI SOSIAL
Selo Sumardjan, struktur social atau disebut dengan pelapisan social akan selalu ada selama di dalam masyarakat terdapat sesuatu yang dihargai dan menumbuhkan adanya system berlapis-lapis

1. PROSES TERJADINYA STRATIFIKASI SOSIAL
a. Stratufikasi social yang terjadi dengan sendirinya,
Terbentuk k,arena alas an perbedaan kepandaian, tingkat umur, jenis kelamin, harta serta sifat keaslian keanggotaan kerabat seseorang dalam masyarakat, dan kerabat pembuka tanah.



b. Stratifikasi social yang sengaja disusun untuk tujuan bersama
Berkaitan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang dalam sebuah organisasi formal seperti pemerintahan, p;erusahaan, partai politik, angkatan bersenjata dan perkumpulan.

2. DASAR-DASAR STRATIFIKASI SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto, criteria yang dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam stratifikasi social adalah:
1. Kekayaan,
Orang atau barang siapa yang memiliki kekayaan banyak atau berpenghasilan tinggi termasuk lapisan atas.
Dapat dilihat dari bentuk rumah, mobil pribadi, gaya hidup, cara berpakaian dan kebiasaan berbelanja barang-barang mewah.
2. Kekuasaan
Seseorang yang mempunyai kekuasaan dan wewenang besar akan berada pada tingkat lapisan atas.
3. Kehormatan
Orang yang disegani dan dihormati dalam kehidupan sehari-hari akan menmdapatkan teratas dan ukuran kehormatan banyak dijumpai pada masyarakat tradisional seperti tempat golongan tua, masyarakat atau mereka yang berjasa besar kepada masyarakat.
4. Ilmu pengetahuan
Orang yang berpendidikan tinggi dianggap memiliki temapat yang tinggi pula dalam masyarakat.
Selain empat ukuran tersebut ada pula criteria politik. Misalnya partai politik yang menang dalam Pemilu mendapat kedudukan lebih tinggi bila dibandingkan dengan partai yang kalah.

3. SIFAT-SIFAT STRATIFIKASI SOSIAL
a. Stratifikasi social terbuka (Open social stratification)
Ciri-cirinya adalah:
a. setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapannya sendiri menuju ke lapisan yang lebih tinggi
b. member perangsang yang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan landasan pembangunan masryarakat dari system yang tertutup
c. bagi mereka yang kurang beruntung ada kemungkinan jatuh dari lapisanm yang lebih tinggi kelapisan yang lebih rendah.





Bagan stratifikasi social terbuka



b. Stratifikasi social tertutup (Closed Social stratification)
Ciri-cirinya:
a. membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain
b. satu-satunya jalan untuk masuk menjadi anggota lapisan ini hanya melalui kelahiran
c. system tertutup dapat dijumpai pada masyarakat yang lapisannya tergantung pada perbedaan-perbedaan social, masyarakat feudal dan masyarakat yang menerapkan system kasta


c. Stratifikasi social campuran
Merupakan stratifikasi campuran yang mempunyai cirri-ciri gabungan antara stratifikasi social terbuka dan stratifikasi tertutup



4. UNSUR-UNSUR STRATIFIKASI SOSIAL
a. Kedudukan social (Social Status)
adalah tempat atau posisi seseorang dalam masyarakat sehubungan dengan orang lain, baik dalam hal lingkungan pergaulan, prestise maupun dalam hal hak-hak serta kewajibannya.
Tiga macam status social:
- Ascribed status (status kelahiran),
kedudukan yang diperoleh seseorang secara otomatis sejak ia dilahirkan tanpa usaha untuk memperolehnya, seperti status kelas social (Kasta), gelar kebangsawanan, jenis kelamin dan golongan umur.
- Achieved status (status prestasi),
kedudukan yang diperoleh seseorang berkat kerja keras dan kemampuan dari individu itu sendiri atau berdasarkan prestasi yang dimiliki seseorang, seperti menjadi dokter, arsitek dll.
- Assigned status , kedudukan yang diberikan,
artinya suatu golongan atau kjelompok masyarakat dan pemerintah memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang telah berjasa atau telah memperjuangkan sesuatu untuk kepentingan masyarakat. Misal, gelar pahlawean revolusi.

b. peranan (Role)
Adalah tingkah laku yang diharapkan diperbuat seseorang sesuai dengan status yang dimilikinya
Macam peran:
- Peran bawaan (ascribed roles)
Peran yang diperoleh seseorang dengan sendirinya bukan karena suatu usaha tertentu. Contoh: gelar raja yang diturunkan, sehingga membentuk perannya sebagai seorang penguasa

- Peran pilihan (achieved Roles)
Peran yang hanya diperoleh melalui usaha tertentu. Contoh seorang dokter, secara langsung mempunyai perannya dalam hal mengobati orang sakit
- Peran yang diharapkan (expected roles)
Peran yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan demi ketertiban masyarakat. Contoh: seorang polisi yang diberi tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Fungsi peranan:
- Mengatur pperilaku seseorang sesuai dengan status yang dimilikinya
- Dapat digunakan untuk memprediksi perbuartan orang lain yang menjalankan suatu peran
- Digunakan untuk menyesuaikan perilaku sendiri dengan perilaku orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

5. BENTUK-BENTUK STRATIFIKASI SOSIAL
a. Stratifikasi social berdasarkan criteria ekonomi
Kelas social selalu digambarkan sebagai kerucut, karena semakin tinggi kelas social akan semakin sedikit jumlah warga masyarakat yang termasuk didalamnya.
- Kelas atas (upper class)
- Kelas menengah (middle class)
- Kelas atas ( Lower class)




b. Stratifikasi social berdasarkan criteria mata pencaharian
Mata pencaharian yang terpandang dan kedudukan yang tinggi akan mendatangakan pengahsilan yang besar dan membawa kesejahteraan bagi seseorang beserta anggota keluarganya.
Lapisan dalam stratifikasi berdasarkan mata pencaharian
- Kelas elite
Konglomerat, pejabat tinggi negara
- Kelas professional
Sarjana, dokter, jaksa,hakim, akuntan
- Kelas semiprofessional
Pegawai kantor, teknisi, mekanik
- Kelas tenaga terampil
Fotografer, ahli kecantikan, montit
- Kelas tidak terlatih
Tukang becak, pemulung, pengemis, pembantu rumah tangga

c. Stratifikasi berdasarkan criteria politik
Dilandasi oleh adanya pembedaan anggota masyarakat berdasarkan tingkat kekuasaan yang dimilikinya.
Lapisan berdasarkan Robert MacIver
- Tipe kasta
System stratifikasi kekuasaan dengan garis-garis pemisah yang tegas dan kaku (yidak mungkin ditembus)


- Tipe oligarkis
Mempunyai garis pemisah yang tegas, tetapi dasar pembedaan kelas-kelas social ditentukan oleh kebudayaan masyarakat, kesempatan diberikan kepada warga masyarakat untuk memperoleh kekuasaan tertentu.


- Tipe demokratis
Mempunyai garis pemisah di antara lapisan yang bergerak sehingga factor kelahiran tidak menentukan kedudukan seseorang, yang dipentingkan adalah prestasi dan keberuntungan seseorang





d. Stratifikasi social berdasarkan criteria pendidikan
lapisan ini terdiri atas:
- Masyarakat berpendidikan tinggi, S1,S2,S3, diploma
- Masyarakat berpendidikan menengah, lulusan SMA, SMP, SMK
- Masyarakat berpendidikan rendah, lulusan SD, MI
- Masyarakat tuna aksara, tidak bisa membaca dan menulis

6. PENGARUH STRATIFIKASI SOSIAL BERDASARKAN KASUS DALAM MASYARAKAT
a. Sistem kasta
Kasta di India disebut varna, merupakan suatu kategori dimana anggotanya ditunjuk dan ditetapkan pada status permanen dalam hierarki social yang diberikan
b. Sistem Kelas
kelas merupakan sejumlah orang yang mempunyai persamaan dalam hal peluang hidup atau nasib

III. DIFFERENSIASI SOSIAL
1. PENGERTIAN DIFFERENSIASI SOSIAL
Adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya suatu tingkatan (hierarkis).

2. BENTUK-BENTUK DIFFERENSIASI SOSIAL
a. differensiasi social berdasarkan ras
Pengelompokan yang bersifat jasmaniah, berdasarkan cirri-ciri fisik, seperti warna kulit, rambut serta bentuk-bentuk bagian wajah
Menurut AL. Kroeber:
- Austroloid
Penduduk asli Australia
- Mongoloid
1. Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, Asia timur)
2. Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina, penduduk asli Taiwan)
3. American Mongoloid( penduduk asli benua Amerika Utara dan Selatan dari orang-orang Eskimo di Amerika )
- Caucasoid
1. Nordic (Eropa Utara sekitar Laut Baltik)
2. Alpine (Eropa Tengah dan Timur)
3. Mediteranean (penduduk sekitar Laut Tengah, Amerika Utara, Armenia, Arab dan Iran)
4. Indic (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka)


- Negroid
1. African Negroid (Benua Afrika)
2. Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Filipina)
3. Melanesian (Irian, Melanesia)
- Ras-ras khusus
1. Bushman (Gurun Kalahari, Afrika Selatan)
2. Veddoid (di pedalaman Sri Langka dan Sulawesi Selatan)
3. Polynesian (Di Kepulauan Mikronesia dan Polinesia)
4. Ainu (di Pulau Karafuto dan Hokkaido Jepang Utara)
Penduduk Indonesia termasuk dalam ras negro (Lereng pegunungan Maoke, Irian), ras Wedda (masyarakat Kubu, suku Toala, Tokeja), Ras Neo Melanesoid (papua, Pulau Dangkalan Sahul), Ras Melayu atau Paleo Mongoloid (penduduk asli Indonesia)

b. Differensiasi social berdasarkan Etnis
Menunjukkan bahwa masyarakat terdiri dari berbagai suku bangsa dengan bahasa dan kebudayaan masing-masing.
Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan budaya, sedangkan kesadaran dan identitas tadi sering dikuatkan oleh kesatuan bahasa.
Menurut William Kornblum, kelompok etnis adalah populasi yang memiliki identitas kelompok berdasarkan kebudayaan tertentu dan biasanya memiliki leluhur yang secara pasti atau dianggap pasti sama.

c. Differensiasi social berdasarkan agama
differensiasi berdasarkan agama terwujud dalam kenyataan social bahwa masyarakat terdiri atas orang-orang yang menganut suatu agama tertentu termasuk dalam suatu komunitas atau giolongan yang disebut umat
Menurut Emille Durkheim, agama adalah suatu system kepercayaan beserta praktiknya berkenaan dengan hal-hal yang sacral yang menyatukan pengikutnya dalam suatu komunitas moral. Agama berisi tentang:
- sesuatu yang dianggap sacral, melebihi kehidupan duniawi dan menimbulkan rasa kekaguman dan penghormatan
- sekumpulan kepercayaan tentang hal yang dianggap sacral
- penegasan kepercayaan dengan melaksanakan ritual, yaitu aktivitas keagamaan
- sekumpulan kepercayaan yang ikut dalam ritual yang sama.
d. Differensiasi social berdasarkan gender
Perbedaan gender adalah cara berperilaku bagi wanita dan pria yang sudah ditentukan oleh kebudayaan atau kodratnya yang kemudian menjadi bagian dari kepribadiannya.

Peran gender adalah pola-pola sikap dan tingkah yang diharapkan oleh masyarakat oleh masyarakat berdasarkan jenis kelamin, dibuat oleh masyarakat dan diturunkan dari satu generasi kegenerasi selanjutnya melalui agen-agen social seperti keluarga, kelompok bermain, dan media massa

3. PENGARUH DIFFERENSIASI SOSIAL
a. Primordialisme
Suatu paham yang menganggap bahwa kelompoknya lebih baik dibanding dengan kelompok lain
b. Etnosentrisme
Adalah suatu sikap atau paham yang menganggap budaya masyarakatnya lebih tinggi dibanding dengan budaya masyarakat lain
c. Sektarian (Politik Aliran)
Merupakan keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (Ormas), baik formal maupun informal yang menjadi pengikutnya.


III. PENUGASAN

TUGAS 1
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Jelaskan pengertian struktur social berdasarkan pemahamanmu!
………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
2. Apakah yang disebut diferensiasi social?
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
3. Sebutkan beberapa factor penyebab terjadinya diferensiasi dalam masyarakat!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
4. Jelaskan konsekuensi yang terjadi akibat adanya stratifikasi social terutama terhadap tindakan dan interaksi social dalam masyarakat kita!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
5. Apakah perbedaan antara diferensiasi social dengan stratifikasi social!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
TUGAS 2
Masyarakat pertanian termasuk masyarakat yang mempunyai struktur mekanik dan homogeny dimana tidak terdapat pembagian kerja yang berarti, akibatnya atratifikasi social dan diferensiasinya rendah. Mengapa hal ini bisa terjadi pada masyarakat pertanian? Jelaskan stratifikasi dalam masyarakat pertanian dengan mengambil satu contoh kasus! Diskusikan dengan teman-temanmu!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

TUGAS 3
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Mengapa pada system stratifikasi social tertutup seseorang tidak dapat berpindah lapisan?
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
2. Bagaimana definisi stratifikasi social menurut Pitirim A. Sorokin?
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
3. Sebutkan 3 macam status yang dikenal di masyarakat!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
4. Jelaskan pengaruh differensiasi social dalam masyarakat!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
5. Jelaskan mengenai pengaruh stratifikasi social pada masyarakat!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..





























BAB 2
KONFLIK SOSIAL


I. PENGERTIAN KONFLIK SOSIAL

Berasal dari bahasa Latin, conflicus, artinya saling berbenturan, bertentangan, berlawanan atau semua bentuk benturan, ketidaksesuaian, ketidakserasian saat individu atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuan dengan caranya sendiri-sendiri.
- Menurut Lewis Coser, konflik adalah perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakatuntuk memperjuangkan nilai serta tuntutan atau status, kekuasaan dan sumber daya yang bersifat langka pada kelompok lain.
- Clinton F. Fingk,konflik adalah hubungan psikologis yang berkaitan dengan tujuan-tujuan yang tidak dapat disesuaikan dan tidak dapat dipertemukan dengan adanya struktur nilai yang berbeda.
- Dahrendorf, asumsi-asumsi utama konflik adalah
• Setiap masyarakat mengalami pada proses perubahan ada dimana-mana
• Consensus dan konflik terdapat dimana-mana
• Setiap unsure masyarakat memberikan sumbangan pada disintegrasi dan perubahan masyarakat
• Setiap masyarakat dedasarkan pada beberapa orang anggota terhadap anggota lain.
Pandangan tentang Konflik
a. Tradisional: konflik negatif karena dapat merusak solidaritas sosial.
b. Modern: konflik positif karena hidup menjadi dinamis.
c. Netral: konflik merupakan hal yang wajar karena manusia berbeda-beda sehingga akan timbul konflik.

a. Macam-macam Konflik
1. konflik intrapersonal
Adalah konflik yang timbul dari diri sendiri
Contoh: seorang kepala bagian yang dijadwalkan rapat, tapi pada saat yang sama harus mengantar anak ke dokter
2. konflik interpersonal
Adalah konflik yang timbul antar pribadi
Contoh: sepasang kekasih yang tidak direstui kedua orang tuanya.
3. konflik intergroup
Adalah konflik yang dilakukan antara satu kelompok atau group dengan kelompok lain untuk mengejar tujuan yang diinginkan dan ditetapkan
Contoh: perseteruan antara GAM dengan Pemerintah RI


b. Menurut Kusnadi:
1. konflik menurut hubungannya dengan tujuan organisasi
o Konflik fungsional: konflik yang mendukung tercapainya tujuan organisasi dan seringkali bersifat konstruktif
o Konflik disfungsional: konflik yang menghambat tercapainya tujuan organisasi dan bersifat destruktif.

2. konflik menurut hubungannya dengan posisi pelaku yang berkonflik
o Konflik vertical: konflik antar tingkatan kelas atau antar tingkatan kelompok. Contoh: konflik ekonomi tinggi dengan ekonomi lemah
o Konflik horizontal: konflik yang terjadi di antara individu atau kelompok yang sekelas atau sederajat. Contoh: konflik antar organisasi masa satu dengan yang lainnya
o Konflik diagonal: konflik yang terjadi karena ketidakadilan alokasi sumber daya ke seluruh organisasi yang menimbulkan pertentangan secara ekstrim dari bagian yang membutuhkan sumber daya tersebut

3. konflik menurut hubungannya dengan struktur
o Konflik hierarki: konflik dari berbagai tingkatan (posisi) yang ada dalam organisasi. Contoh konflik antara kepala sekolah dengan guru
o Konflik lini staf: konflik antara lini dan staf yang ada dalam organisasi.
o Konflik formal informal: konflik yang terjadi di setiap organisasi

4. konflik menurut hubungannya dengan sifat dari pelaku yang berkonflik
o konflik terbuka: konflik yang diketahui oleh semua pihak yang ada di dalam organisasi (yang diketahui oleh seluruh masyarakat/Negara)
o konflik tertutup: konflik yang hanya diketahui oleh pihak yang terlibat saja sehingga pihak diluar tidak mengetahui jika terjadi konflik.

5. konflik menurut hubungannya dengan waktu
o konflik sesaat: (konflik spontan) terjadi hanya sesaat atau sementara
o konflik berkelanjutan: berlangsung lama dan sangat sulit untuk diselesaikan, penyelesaian konflik tersebut melalui berbagai tahapan yang sangat rumit.

6. konflik menurut hubungannya dengan pengendalian konflik
o konflik terkendali: suatu konflik dimana pihak yang terlibat dalam konflik dapat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga konflik selesai atau tidak meluas
o konflik tidak terkendali: konflik dimana pihak yang terlibat tidak dapat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga konflik tidak selesai atau bahkan meluas

7. konflik menurut hubungannya dengan sistematika konflik
o konflik nonsistematis: konflik yang bersifat acak, terjadi secara spontanitas
o konflik sistematis: terjadinya konflik direncanakan, deprogram secara sistematis, ada yang mengomando serta mencapai tujuan gtertentu yang ditargetkan

8. konflik menurut hubungannya dengan tujuan
o konflik pendekatan-pendekatan: pihak yang berkonflik masih berkinarja kea rah tujuan yang sama, perbedaannya hanya terletak pada segi teknisnya
o konflik pendekatan-penghindaran: terjadi dari dua pihak yang berkonflik atau lebih yang sering berseberangan di dalam mencapai tujuan. Ini terjadi karena adanya perbedaan yang tajam.
o Konflik penghindaran-penghindaran: pihak yang berkonflik sama-sama b ukan untuk mencapai tujuan organisasi. Mengarah pada bubarnya suatu organisasi.

9. konflik menurut hubungannya dengan konsentrasi aktivitas manusia di dalam masyarakat
o Konflik ekonomi: disebabkan adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik
o Konflik polotik: dipicu adanya kepentingan politik dari pihak yang berkonflik
o Konflik budaya: disebabkan adanya perbedaan kepentingan budaya dari pihak yang berkonflik
o Konflik pertahanan: dipicu adanya perebutan hegemoni dari pihak yang berkonflik
o Konflik antarumat beragama: dipicu adanya sentiment agama

10. konflik menurut hubungannya dengan pelaku
o Konflik di dalam diri sendiri: adanya pertentangan di dalam diri seseorang sebagai akibat dari perbedaan atau kesenjangan antara kemauan dan kemampuan untuk melakukan keinginnya itu
o Konflik antarpribadi: terjadi apabila dua orang individu tidak setuju atas suatu permasalahan, rencana kerja atau tujuan kerja.
o Konflik dalam kelompok: terjadi ketika suatu keputusan kelompok tidak sejalan dengan keinginan satu atau dua individu di dalam kelompok tersebut.
o Konflik antar kelompok: terjadi antara kelompok-kelompok yang ada dalam organisasi
o Konflik didalam organisasi: apabila situasi konflik telah mengarahke dalam seluruh fungsi di dalam organisasi
o Konflik antarorganisasi: terjadi di antara organisasi-organisasi yang memiliki keterlibatan sangat erat dalam menjalankan suatu bisnis.


c. bentuk-bentuk khusus konflik
1. konflik pribadi: konflik yang dapat menimbulkan perkelahian, percekcokan, penghinaan atau pengejekan
2. konflik rasial: konflik yang timbul karena adanya perbedaan-perbedaan diantara dua pihak dan masing-masing pihakpun menyadarinya
Contoh: pertentangan orang kulit hitam dan putih di Amerika
3. konflik antar kelas social: konflik antara majikan dan buruh
4. konflik politik: terjadi di antara golongan dalam suatu masyarakat
5. konflik ideology: konflik akibat perbedaan paham yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang
6. konflik yang bersifat internasional: terjadi antara dua Negara yang mempunyai kepentingan yang berbeda dan berpengaruh terhadap kedaulatan Negara tersebut

II. SEBAB-SEBAB TIMBULNYA KONFLIK

a. Kajian teori konflik
1. Teori Karl marx, konflik akan selalu terjadi dimana kelompok proletar akan memberontak melawan kaum borjuis
2. Teori Max Weber, konflik adalah sebuah bentuk hubungan yang di dalamnya ada tindakan yang sengaja diarahkan untuk melawan serangan partai
Konflik bervariasi dari pertempuran fisik yang tidak terkendali sampai interaksi-interaksi kompetitif yang gterkendali.
b. Sebab-sebab timbulnya konflik:
1. perbedaan antarindividu, yaitu perbedaan dan perasaan dari masing-masing individu yang memungkinkan lahirnya konflik
2. perbedaan kebudayaan,
3. perbedaan kepentingan antarindividu tau antarkelompok
4. situasi bertolak belakang
5. perbedaan cara mencapai tujuan
6. perbedaan penggunaan sarana dalam mencapai tujuan
7. ketidaksamaan status
8. adanya perubahan social atau pembaruan

III. DAMPAK KONFLIK

a. Dampak secara langsung
1. menimbulkan keretakan hubungan antara individu atau kelompok dan individu atau kelompok lainnya
2. adanya perubahan kepribadian seseorang (munculnya rasa benci, curiga, dan dapat berubah jadi kekerasan
3. hancurnya harta benda dan korban jiwa jika konflik tersebut berubah menjadi kekerasan
4. kemiskinan bertambah akibat tidak kondusifnya keamanan
5. lumpuhnya roda perekonomian jika suatu konflik berlanjut menjadi tindakan kekerasan
6. pendidikan formal dan informal terhambat karena rusaknya sarana dan prasarana pendidikan

b. Dampak tidak langsung
1. meningkatnya solidaritas sesame anggota kelompok (in Group solidarity)
2. munculnya pribadi-pribadi yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai situasi konflik
3. membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma baru
4. munculnya kompromi baru apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan seimbang

IV. STRATEGI MENGHADAPI KONFLIK

a. Cara produktif :
1) Withdrawal, yaitu menunggu sambil berusaha memahami situasi, setelah kira-kira mampu dan yakin dapat berhasil, baru melangkah untuk mengatasinya.
(Withdrawal berarti penarikan)
2) Assertif, yaitu berusaha mengatasi secara tegas dan dengan cara yang baik, serta berusaha membina hubungan yang baik dengan pihak lain ditandai dengan adanya kemauan baik untuk saling mengerti dan memahami alasan, pertimbangan, dan kepentingan pihak lain.
(Assertive berarti tegas)
3) Adjusting, yaitu berusaha menyesuaikan diri dengan pihak lain.
(Adjusting berarti menyesuaikan)

b. Cara tidak produktif:
1) Avoidance, yaitu menghindar dari konflik.
(Avoidance berarti penghindaran)
Contoh:
- Menghindarkan diri
- Menjauhkan diri tidak mengimbangi atau melayani orang yang sedang marah
2) Force, yaitu menggunakan kekuatan fisik, ancaman, teror, dan paksaan.
(Force berarti kekuatan, paksaan)
3) Mengabaikan adanya konflik karena menganggap konflik tersebut tidak penting.
4) Blame, yaitu menyalahkan orang lain karena sumber konflik tidak jelas.
(Blame berarti menyalahkan)
5) Silencers, yaitu bersikap supaya orang lain diam dengan cara menangis, menggunakan kata sarkasme yang menyinggung masalah pribadi.
(Silencers berarti peredam)

c. Cara mengatasi konflik yang lain:
a. Win-win solution, yaitu setiap pihak ingin menang.
b. Win-lose solution, yaitu salah satu ada yang mengalah.
c. Lose-lose solution, yaitu kedua pihak sama-sama mengalah.

d. Metode pemecahan konflik dengan akomodasi:
1. Coercion, dengan cara paksaan
2. Arbitrase, pihak ketiga mengikat
3. Mediasi, pihak ketiga netral
4. Ajudikasi, lewat meja hijau atau pengadilan
5. Kompromi, saling mengurangi tuntutan
6. Toleransi, sabar membiarkan pendirian pihak lain
7. Konversi, salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain
8. Conciliasi, mempertemukan pihak yang berkonflik/penyelesaian konflik melalui lembaga tertentu
9. Segregasi, saling menghindar
10. Stalemate, sama-sama punya kekuatan seimbang
11. Gencatan senjata, penangguhan permusuhan untuk sementara waktu sampil diupayakan penyelesaian suatu konflik
12. Displacement, mengalihkan objek lain
13. Eliminasi, pengunduran diri pihak yang kalah
14. Rasionalisasi, memberikan alas an yang kelihatannya rasional untuk menghindari konflik
15. Minority consent, pihak minoritas merasa tidak dikalahkan tetapi bisa bekerja sama
16. Keputusan mayoritas, keputusan berdasarkan suara terbanyak (voting)
17. Subjugations (dominasi), pihak yang kuat mendominasi pihak yang kalah
18. Détente, mengurangi ketegangan









V. PENUGASAN
TUGAS 1
Diskusi
Tawuran pelajar merupakan konflik antar kelompok yang telah menjurus pada tindakan kekerasan. Upaya apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi konflik antar kelompok tersebut, serta pihak mana saja yang relevan untuk mengatasinya? Diskusikan masalah tersebut dengan kelompokmu (4 siswa) dan catatlah hasilnya!

…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….

TUGAS 2
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Jelaskan bentuk-bentuk konflik yang terjadi dimasyarakat!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
2. Sebutkan dan jelaskan cara-cara pengendalian sebuah konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
3. Sebutkan dan jelaskan factor-faktor pendorong adanya konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
4. Jelaskan dampak sebuah konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
5. Sebutkan contoh adanya konflik social horizontal dan konflik social vertical!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
TUGAS 3
1. Jelaskan bahwa konflik dapat mengandung makna positif dan makna negative
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
2. Sebutkan beberapa asumsi dari teori konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
3. Sebutkan beberapa sebab timbulnya konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
4. Jelaskan secara singkat teori konflik menurut Karl Marx!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
5. Dapatkah kamu member contoh tentang konflik antarnegara? Jika ya, apa yang menjadi permasalahannya dan bagaimana solusinya!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………










BAB 3
MOBILITAS SOSIAL


I. MOBILITAS SOSIAL

a. Pengertian
1. Berasal dari bahasa Latin, Mobilis, artinya mudah dipindahkan atau banyak bergerak.
2. Hartini dan G. Kartasapoetra, pihak-pihak yang bergerak atau sejumlah orang yang bergerak secara social
3. Soerjono Soekanto gerak social mobility : suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

b. Bentuk-bentuk mobilitas social
1. Mobilitas Vertikal
Perpindahan status pada lapisan yang berbeda.
- Social Climbing (Peningkatan Status)
 Bentuk Social Climbing
1. Naiknya orang berstatus rendah ke status yang lebih tinggi.
2. Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi daripada lapisan sosial yang sudah ada.
 Penyebab Social Climbing
1. Melakukan peningkatan prestasi kerja.
2. Menggantikan kedudukan yang kosong akibat adanya proses peralihan generasi.
Contoh : Ketika masih remaja, para perwira tinggi TNI adalah taruna Akademi Militer.

- Social Sinking (Penurunan Status)
 Bentuk Social Sinking
1. Turunnya kedudukan seseorang ke kedudukan lebih rendah.
2. Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas.
 Penyebab Social Sinking
1. Berhalangan tetap/sementara.
2. Memasuki masa pensiun.
3. Berbuat kesalahan fatal yang menyebabkan diturunkan atau dipecat dari jabatannya.
Contoh : Megawati, yang sebelumnya menjadi presiden, sekarang menjadi rakyat biasa.

2. Mobilitas Horizontal
Perpindahan status sosial dalam lapisan yang sama.
Contoh : Pak Fajar, yang sebelumnya mengajar di SMK, sekarang mengajar di SMA.
- Mobilitas Geografis/Antarwilayah
Urbanisasi, transmigrasi, migrasi.
- Mobilitas antargenerasi
* mobilitas intragenerasi : terjadi dalam satu generasi.
Contoh : Kakak dokter, adiknya guru. (Mobilitas intragenerasi vertikal turun)
* Mobilitas antargenerasi : terjadi pada dua generasi atau lebih.
Contoh : Ayah dokter, anaknya dokter. (Mobilitas antargenerasi horizontal)

II. HUBUNGAN STRUKTUR SOSIAL DENGAN MOBILITAS SOSIAL

Mudah tidaknya seseorang melakukan mobilitas tergantung pada struktur social masyarakatnya.
Bila masyarakat memiliki struktur social yang kaku, maka kemungkinan terjadinya mobilitas social sangat tipis dan hal ini terjadi pada masyarakat yang menganut system stratifikasi tertutup.
Sedangkan pada masyarakat dengan struktur social yang luwes terjadinya mobilitas social sangat besar, hal ini terjadi pada masyarakat yang menganut system stratifikasi social terbuka.

a. Mobilitas social dalam system startifikasi social terbuka
Pada system stratifikasi terbuka member kesempatan pada para anggotanya untuk melakukan mobilitas social vertical
Prinsip umum dalam mobilitas social vertical
1. Tidak ada satupun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas sosial vertikal.
2. Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial, terkadang tetap ada hambatan-hambatan.
3. Setiap masyarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertikal sendiri.
4. Laju mobilitas sosial disebabkan oleh faktor ekonomi, politik dan pekerjaan yang berbeda-beda.
5. Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi, politik dan pekerjaan tidak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu tentang bertambah/berkurangnya laju mobilitas sosial.

b. Mobilitas social dalam system stratifikasi social tertutup
Kemungkinan terjadinya mobilitas sosial vertikal sangat kecil


III. FAKTOR PENDORONG MOBILITAS SOSIAL

a. Faktor Struktural :
1. Struktur pekerjaan.
2. Perbedaan fertilitas.
3. Ekonomi ganda.
b. Faktor individu :
1. Perbedaan kemampuan.
2. Orientasi sikap terhadap mobilitas.
3. Faktor kemujuran.
c. Status sosial.
d. Keadaan ekonomi.
e. Situasi politik.
f. Kependudukan (demografi).
g. Keinginan melihat daerah lain


IV. FAKTOR PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL

a. Kemiskinan.
Factor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial
b. Diskriminasi kelas.
System kelas tertutup dapat menghalangi mobilitas keatas
c. Perbedaan ras dan agama.
Agama tidak membenarkan seseorang dengan sebebas-bebasnya dan sekehendak hati pindah agama sesuai dengan keinginannya
d. Perbedaan jenis kelamin.
Terdapat kecenderungan bahwa pria lebih diutamakan daripada wanita pada masyarakat tertutup
e. Sosialisasi yang sangat kuat.
Terutama bila sosialisasi itu berkaitan dengan nilai-nilai dan adat yang berlaku
f. Perbedaan kepentingan
adanya perbedaan kepentingan menyebabkan individu saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu

V. SALURAN-SALURAN MOBILITAS SOSIAL/SOCIAL SIRCULATION

a. Angkatan bersenjata.
Seseorang yang berjasa membela nusa dan bangsa akan mendapat tanda kehormatan dan naik ke status lebih atas


b. Pendidikan.
Pendidikan baik formal maupun nonformal merupakan saluran yang paling sering digunakan karena dengan pendidikan seseorang bisa mengubah statusnya dari strata bawah ke strata atas
c. Organisasi politik.
Seorang anggota parpol yang aktif akan cepat mendapatkan status di partainya
d. Lembaga Keagamaan.
Meskipun setiap agama menganggap bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sederajat, tetapi pemuka agama selalu berusaha menaikkan statusnya kekedudukan yang lebih tinggi.
e. Organisasi ekonomi.
Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertical karena bersifat relative terbuka
f. Organisasi Profesi.
g. Perkawinan.
Melalui perkawinan seseorang bisa menaikkan statusnya
h. Organisasi Keolahragaan.

VI. CARA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENAIKKAN STATUS SOSIAL

a. Perubahan standar hidup.
Kenaikan penghasilan seseorang tidak otomatis menaikkan status seseorang, tetapi dengan merefleksikan standar hidup yang lebih baik sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan status.
b. Perubahan nama.
Dengan mengubah nama bisa menaikkan posisi social tertentu
c. Perubahan tempat tinggal.
Seseorang yang pindah tempat tinggal dari yang lama ke tempat yang mempunyai fasilitas lebih baik dapat meningkatkan status
d. Perubahan tingkah laku.
Seseorang akan berusaha mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku dan sifat dari kelas social yang lebih tinggi dengan harapan menaikkan statusnya.
e. Bergabung dengan organisasi tertentu.
Dengan melibatkan diri pada organisasi tertentu berharap meningkatkan status

VII. DAMPAK MOBILITAS SOSIAL

a. Konsekuensi negatif adanya mobilitas sosial vertikal (Horton dan Hunt)
1. Kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun.
2. Timbulnya ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat.
3. Keretakan hubungan antar anggota kelompok primer yang semula karena seseorang berpindah ke status yang lebih tinggi atau ke status yang lebih rendah.

b. Dampak positif mobilitas sosial
1. Mendorong sesorang untuk hidup lebih maju .
2. Mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
3. Meningkatkan integrasi sosial.

c. Dampak negatif mobilitas sosial
1. Timbulnya konflik
- Konflik antarkelas
contoh : konflik antara majikan dan buruh.
- Konflik antarkelompok sosial
contoh : konflik antara kusir delman dengan sopir angkutan.
- Konflik antargenerasi
contoh : westernisasi yang dilakukan anak muda bertentangan dengan nilai yang dianut oleh generasi muda.
2. Berkurangnya solidaritas kelompok
contoh : orang kaya secara mendadak akan berusaha menyesuaikan diri dengan strata atas dalam gaya hidupnya agar bisa diterima dan dianggap sebagai bagian dari kelas sosial yang baru sehingga menjadi berkurang rasa kesetiakawanannya dengan kelompok
3. Timbulnya gangguan psikologis
- Menimbulkan ketakutan dan kegelisahan pada seseorang yang mengalami mobilitas menurun.
- Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya (post power syndrome).
- Mengalami frustasi atau putus asa dan malu bagi orang-orang yang ingin naik ke lapisan atas tetapi tidak dapat mencapainya.












VIII. PENUGASAN
Tugas 1
Carilah berita dari media massa seperti Koran mengenai pejabat yang diketahui melakukan tindakan pidana korupsi kemudian dijebloskan ke penjara. Coba kamu ceritakan mobilitas apa yang dialaminya?
Apa saja perubahan yang dialaminya?
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….

Tugas 2
Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Mengapa dalam kehidupan bermasyarakat selalu terjadi mobilitas social?
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

2. Berilah 5 contoh tentang mobilitas social horizontal yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

3. Jelaskan tentang factor-faktor yang biasa menghambat mobilitas social dalam masyarakat
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

4. Mengapa organisasi polotik, organisasi ekonomi dan organisasi profesi bida dijadikan sebagai sluran dalam gerak social vertical? Jelaskan!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

5. Jelaskan apakah benar bahwa hamper tidak ada masyarakat yang system lapisannya mutlak tertutup!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
Tugas 3
1. Sebutkan 2 contoh mobilitas social vertical yang pernah kamu amati di sekolah!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

2. Sebutkan 2 faktor yang mendorong keluarga kamu melakukan mobilitas vertical naik!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

3. Kemukakan 3 contoh organisasi profesi yang dapat menjadi saluran mobilitas social para sarjana!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

4. Sebutkan 2 contoh akibat dari mobilitas social di bidang politik!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

5. Sebutkan 2 cara mobilitas vertical naik yang sesuai dengan struktur masyarakat modern!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
Baca selengkapnya...

Jumat, 06 Maret 2009

modul sosio in english class x smt 1

CHAPTER I
SOCIOLOGY AS A SCIENCE OF
PUBLIC RELATIONS AND ENVIRONMENT

I. SOCIOLOGY BACKGROUND:
1) 18th century occurred the various social revolutions that swept the world
2) 19th century, Auguste Comte, (book cours de philosophie positive) introduced the term "sociology" as a specific approach to study societies regarded as the "father of sociology"
3) 20th century, the emergence of modern sociology as a result of rapid developments in American society and Canada

II. SOCIOLOGY AS A SCIENCE AND METHODS:
1) Sociology as a science :
Sociology as a science because it is said has cirri as science (characteristic of science: the rational objective, empirical and accumulative)
2) Understanding sociology :
a) Auguste Comte:
Sociology comes from the Latin "socius" meaning friends or community, and "logos" from the Greek word means story or science.
b) Max weber:
Sociology is a science that attempts to understand social actions.
c) Roucek and warren:
In the Sociology is the study of human relationships.
3) Sociological characteristics :
a) Empirical, sociology based on the observation of reality and common sense, so the result is not speculative.
b) Theoretically, sociology always tried to make abstraction of the observed results could explain a causal relationship that it becomes a theory.
c) Cumulative, compiled on the basis of theories that already exist or to improve, expand and strengthen the old theory.
d) Nonetis, the discussion questioned whether the problem is not bad, but rather aims to explain the problem in depth.
4) The position of sociology among other sciences :
a) Seen from the application of: sociology is a science of pure and applied science as well.
b) Viewed from the object:
5) Characteristics and the nature of sociology :
Sociology is a social science, the human study, especially regarding human behavior.
a. Sociology is a social science.
b. Sociology is the science of pure
c. Sociology is a discipline that katagoris
d. Sociology is the science that is not abstract and concrete knowledge
e. Sociology is an empirical science and rational.
USES OF SOCIOLOGY
The following are some benefits ofstudying sociologi as expressed by Dr. Basrowi, M.S.:
- Sociology can provide knowlarge about patterns of social interactions in the society.
- Sociology can help us to control our actions or behavior in social life.
- Sociology can examine our status and role as a member of the society and it can help us to see another world or culture which we have never known before.
- By means of sociology, we can better understand the values,norms, traditions and beliefs which are adopted by other societies and understand the diffences.
- For us as the proceeding generations.

III. CONCEPT OF SOCIOLOGY METHODOLOGY DSAR
1. Controls basic Sociology:
a. The interaction and cooperation.
Human being have the instinct for the interaction of, to correlate or associate with the humanity of since in bearing. This interaction represent the interrelationship of between individual, individual with the group and group with group.
human being in group often club together to work along to do the work with to solve problem and claim the compromise for personal desire for the benefit of group.
b. Interdependesi.
Human being cannot live alone competently and always hinge to others to fulfill its requirement, this interdependence is became of by the individual, family, group, state come up with the international level.
c. Continuity (continuity) and the change (change).
Various mores and tradition in society always in endowing from a generation to next generation. Though there is change, that tradition and mores in continued chronically.
Individual, group and society always experience of the change, nothing that desist to proceed the. culture of society change the inclusive of also society group as according to transportation journey of effect of time political influence, economic, social, growth IPTEK etcetera.
d. Diversity, equality, dsan difference.
Ever greater a society, ever greater hence the society miscellaneous, is good the than religion facet, Ianguage, mores, education, properties, Race, tribe etcetera.
Though there is variety, but equality in society of like for example form of government and nation, caused by desire with to live to to coalesce so that there are nation integration.
Difference which is there are in society can be extant of social status difference, role, rights and obligations.
e. Conflict and consensus.
Life go into society often yield the emulation and conflict of effect of the limited source - resource, target collision, assess and importance, good have the character of the individual, between individual individually, individual with the group, and group with the group.
Consensus can avoid and overcome the conflict of because intertwined by a cooperation uphold the life order go into society in the form of dialogued, discussion, consultation, is helping each other and sacrifice for the shake of for the sake of public.
f. Evolution and adaptation.
Evolution is change that goes on tardyly and within very old, so that often people do not realize the existence of that change process.
In course of evolution happened by the process of adaptation or adjustment to way of previous newly have never in applied by a society experienced of evolution.
g. Pattern.
That is a pattern, model or same form, what is in imitating and always in repeating, from the beginning people walk, later then change the appliance of bicycle transportation, motorbike and buy the car, in line with make-up of production. Other dissimilar society member tend to imitate the attitude that way,is so that formed " Pattern ".
h. Where (location)
Every dead object and also mortal of both for moving and also silent, requiring place space. Every experienced event, social event, history event, do not is only happened during but also at certain space.
i. Power / authority.
Power is ability make the others conduct something with in desiring.
Authority otority in relying on respect and compliance which is passing to someone of because they hold a formal occupation, and they are confessing to own the personal ability quality and in did of duty.
j. The value and trust.
Value is a good, what wish in owning, in reaching for and reaching somebody of pursuant to consideration of heart people and have the character of universal.
Belief generally in accepted off hand by a society and in assuming correctness without through erudite verification.

k. Justice and equity.
Justice is tired by circumstance because one who give the rights to rightful claimant get it.
Generalization is tired by circumstance because existing source earn in using and in exploiting people of a lot of and result of from that source earn in enjoying people of a lot of.
l. For the result.
Deforestation result the erosion. Erosion result the floods. Floods bring the damage and spreading of disease germ. Disease germ cause the disease epidemic and so on.

2. Sociological research methodology
Benefits of research methodology:
• To compile reports / scientific papers
• Knowing the importance of research.
• To assess the research results.
Various kinds of methodologies:
1) Qualitative methods:
the method used when data obtained in the field can not be expressed in terms of number or size must be exact.
Various kinds of Qualitative Method:
~ Historical Method.
~ Comparative Method.
~ Method A case study.
~ Method functionalist.
2) Quantitative Methods:
Prioritizing information materials based on inexact data.
Kinds of quantitative methods:
~ Methods of Statistics.
~ Sosimetri.

IV. COMMUNITY SOCIAL REALITY
1. Family, as the smallest social unit in society.
Family characteristic:
a. Consist of people who come together because the bonds of marriage, blood or adoption.
b. Lives together in one house, forming households.
c. unity of the people who interact and communicate to each other according to their respective our role.
d. To prevent one culture together.
Family Function:
a. reproduction function.
b. economy function.
c. educative function.
d. socialization function.

2. Kinship.
Is a social entity whose members have darh relationship or descent.
Kind of kinship:
a.bilateral: outline that kinship group members is determined by lineage father and mother together.
b.unilateral: outline that kinship group members hold only 1 lineage.
3. Association / Association:
Is a social unity based on common interests.
4. Neighborhood:
Social unity which is made up of people who lived near the place.
5. Friendship / friends:
Is a social group that involves the people related to relatively familiar.
6. Rivals and opponents / enemies:
 Competition: the people involved in the struggle for a limited number of things without confrontation or conflict or dropped another business.
 Opponent / enemy: the people who were involved in a conflict with another business dropped.
7. Community
Understanding the community:
 Ralph Linton: society is a group of people who have lived long enough and work together, so that they can mengoraganisasi himself as a unity with certain limits.
8. Ethnic groups:
According Koentjaraningrat, ethnicity is a group of men associated by the unity of consciousness and cultural identity, while the consciousness and identity is often strengthened by the unity of the nation.
9. International bodies
Is a member-organization of nations
V. SOCIAL PROBLEMS:
1. Poverty: a situation when someone is not able to maintain themselves.
2. Crimes: action contrary to the law
3. Disorganization family: a family fractured family's inability to meet its social message.

EXERCISE

Exercise 1
Form group of 3-4 student, then find in newspaper, magazines, or internet some data concering social phenomena happening in Indonesia. After that, write a report or a portfolio and discuss the result in front of the class.

Exercise 2
1. An understanding that refers to something, such as an object, condition, or movement is called a …..
2. A concept which is used in daily life in included in a ………………. Concept.
3. Sociology comes from the word socius and logos, socius in sociology means …………….
4. The figure who named the stuciety of sociologyin the 19th century was ……………..
5. One important thing in sociology is the presence of ………………
6. The object of study of sociology is ………………
7. The meaning of the term social in social science is ……………
8. The scientist who stated that the formulas used to study physical sciences could also be used to studi social sciences was ………………….
9. Socilogy is a sciences which is an improvement of the principles of older theories, this means that sociology is ………………….
10. The one below which included in social problem happening in society is ………………

Chapter 2
VALUES AND NORMS

A. INTRODUCTION
In social life, people are controlled by various rules which are called values and norms. The rules are created to make people’s life orderly. Both values and norms are aimed to prevent human as individuals from behaving arbitrarily, or to get them to respect and appreciate their own rights as well as others. In this discussion n, we will talk about various values and norms which apply in the life of our society.

B. SOCIAL VALUES
1. Definition of social values
Have you ever gone to a place where you see a very beautiful scenery? Or have you ever felt deeply sorry for having done something indecent? If the answer yes, it means you posses a life standard which is often called value.
In everyday life, value is frequently understood as the worth of something, mark of intelligence ,potency, or other features which very important or useful for man kind. Value is also frequently defined as something good, something idealized and regarded as important by the society. According to a sociologist, theodorson, value is an abstract thing that is used as a general guide line and principle of conduct and behaviour. Besides, he states that the bond between an individual or a group and a value is very strong, even emotional. Therefore, a value may be viewed as a principle of conduct and a goal of life itself.
Values emerge because of people’s need for something which is garded as correct, proper, which they can use as a life principle. On closer observation, we will see that values are not expectation but requirements that we have to meet. For example when we sing in our room, we think it’s entertaining, but to others it may be annoying because it disturb their rest. Ti deepen our understanding, let us study the definition of social value proposed by some sociologist below.

a. Kimbal Young states that social values are abstract and sometimes subconsionus assumptions about what is right and what is important.
b. Green says that social values are relative and emotional awarnes of object, ideas, or individuals.
c. Woods asserts that social values are general directions which have existed for a long time, which direct behaviour and satisfaction in everyday live.
d. Koentjaningrat states that social values are concepts or ideas which exist in the minds of most individual members of a society concering things which are considered good and valuable.
e. Robert M.Z. Lawang states that social values are illustration of what is expected, proper, and worthy, which will affect the social behaviour of the people possessing the values.

Social values are abstract. If the attidues and feeling about the social values are seen as system, it is called a system of social values. Besides, according to Kluckhon, a social value develops from five bases as follows.
1. nature of human life. Some people consider life is bad, some others think life is good, but if it is bad people try to make it good.
2. nature of man’s work. For example some people consider that they work to earn a living. Obtain a position, honour, and so on.
3. the nature of relationship between man and the dimensions of space and time. For instance people may be orientated to the past, the present or the future.
4. the nature of relationship between man and the surrounding nature. For example, some people think they have to submit to nature, some want to control it, some others attempt to maintain harmony with nature.
5. the nature of relationship between man and fellow beings. For instance, some orientate themselves vertically, they feel dependent on prominent figures, their superiors or high rank people, and some other orientate themselves horizomtaly they feel dependent on their humans, so they tend to give manual help.

Based on the above description, we can conclude that social values are appreciations given by the society to everything that is good, important, noble, appropriate, and has functional benefit for common life development and beneficience.

2. Types Of Social Norms
according to prof. Dr. Notonagoro, values can be divided into three types as follows.

a. material value, that is any object which is useful for people.
b. Vital value, that is anything which is useful for people in order to live and do activities.
c. Spiritual value, that is anything which is useful for people’s spirit. Spiritual value is further divided into four types as fellows.
1. value of truth which stems from humans mind
2. asethic value which is based on man’s feelings.
3. moral value that stems from man’s will.
4. religius value that is based on religius teachings.

3. Characteristic Of Social Norms
according to D.A. Wila huky, social values have the following characteristic.
a. social values are construct that develop from interactions among members of the society. The values are created socialy, not biological or by brith.
b. Social values are transferred. The values that make up a system of values are transferred from one group to another within a society by means of farious social processes. And from a society and culture to another by means of acculturation, diffusion, and so on.
c. Values are learned. Values are acquired and not inborn. The process of learning and obtaining values begin from childhood through socialization in the family.
d. Values satisfy humans need and take part in efforts to meet social needs. Values which have been agreed upon and accepted socially become a basis of actions and attitudes. For individuals, groups , and the society as a whole. Values also help people to function property. Without a system of values, a society will be chaotic therefore, a system of social values is considered important by a society, especially for maintaining common prosperity and social satisfaction.
e. Values are abstract assumptions in which there is social concensus concerningthe relative values of object in the society. Conceptually social values are abstraction of elements of values object in society.
f. Value tend to interconnect with one another communally in order to form patterns and system of values in the society. If there is no integral harmony of social values, social problem may arise.
g. Systems of social values differ from one culture to another, in accordance with the appraisal of certain activities in the society shown by each culture.
h. Social values always provide choices of the values systems available in accordance with the level of urgency.
i. Each social values gives a dis tinic effect to individuals and the whole of society.
j. Social values may involve emotion or feelings.
k. Social values may affect individual development in the society, either positively or negatively.

4. Functions Of Social Values
according to D.A. Wila Huky , social values have the following general functions.

a. values contribute a set of tools that is ready to determine the social value of individuals and groups. Values allow stratification of the whole society. They help individuals to know his\her position among other individuals in a given circle.
b. The ideal mind and conduct in some societies are directed or constructed by values. This is because members of society are always able to see the best way of thinking and conduct and influences them to a great extend.
c. Values are the last determinter of people to perform their social roles. They create interest and give spirit to people to realize what is expected of their roles for archiving the goals of the society.
d. Values can function as a means of control with a certain pressure and binding force. They encourage, direct, and sometimes press people to do goodness. Values make people to do goodness. Values make people who deviate from them feel torturingly guilty.
e. Values can function as a medium of solidarity among members of a group and society.

C. SOCIAL NORMS
1. Definition of social norms
in social life, values and norms are not easily separable. This is because norms in social life develop from values. While values are still in the form of feelings or ideas, norms are more abstract. So what is a norm?
according to Alvin L. Bertnand, norms are defined as standards of behaviour that exist in all societies. He also states that norms are a part of non material culture, norms present idealized conceptions of behaviour.
Each norm developed in the life of a society acts as a blinder that makes people know what is good to do and what is to be avoided. Norms are developed to keep the society peaceful, secure, and stable. If we break a norm that applies in our society, we will certainly get a punishment. For instance, a student who comes to school late is not allowed to enter a classroom.
Another definition of norms is rules apply in the society which govern people’s behaviour in order to create peacefulness and order. If we look at it more closely, we will see that basically norms consist of two things below.

a. order which oblige all members of society to do them. This is because norms are considered as something good.
b. Prohibitions that oblige all members of society not to perform any conduct which breaks existing norms. The prohibitions aim to prevent people from the bad consequence of their misconduct.

Besides the above two things, there is still another term that is often associated with norms, that is manners. Manners means politieness that accepted in the interaction among individuals. Manners is also sometimes called etiquette.

2. TYPES OF SOCIAL NORMS
We had better classify norms into several types as follows.
A. Based on the sanctions or binding force, norms are divided into the following types.
1) Usage
Usage is a type of norms that is the weakest compared to all other types of norms. This norm is mostly applicable in the interaction among individuals in the society. If an individual breaks this norm, he/she will only receive a very light sanction, such as a ridicule or criticism.
2) Folkways
Folkways are actions which are done repeatedly in the same form.. Folkways develop from repeated conducts and the people approve of and like the conducts. For example, a guest who comes for a visit should knock at the door.
3) Mores
Mores are habits that have developed into norms which govern all conducts. This norm has coercive power to make someone do or not do something. If we break this kind of norm, we will get a punishment in the form of obligation.
4) Customs
Custumary norms are rules of conduct or the customs of doing thing based on cultural traditions. Breaking these norms will result in mockery, slanderous gossips, even isolation by the society.
B. Based on the source social norms are divided into several types as follows.
1) Religious norms
Religious norms are rules of life that come from God. Religious norms are universal in nature, in that they apply to people all over the world provided that the religion professed is the same. For example, it is prohibited to steal lie, and hurt others.
2) Decency Norms
Decency norms are rules of life that are used to differentiate between what is good and what is bad. A breach of these norms is considered wrong or evil, and the offender will be mocked or teased. For example, a chiled that disrespects the parents may be indirectly teased for being indecent.
3) Legal Norms
Legal norms are written laws that are made officially by state institutions in order to govern people’s life in the society, state and government affairs. Breaching these norms will cause the offender to face physical and/or non-physical punishments. For instance, someone who commits a crime will be imprisoned.
4) Customary Norms
Customary norms are rules of conduct or the customs of doing things based on cultural traditions. Breaking these norms will result in mockery, slanderous gossips, even isolation by the society.
5) Norms of Politeness
Politeness norms are rules of conduct that result from social interaction among members of a society and concern with what is considered good, appropriate, and right to govern social life. For example the prohibition to talk rudely. Offending these norms will result in social sanctions, such as isolation, mockery and ridicule.

EXERCISE

1. What is the definition of social values?
2. What is meant by system of social values?
3. What are the characteristic of social values?
4. What are the general functions of social values?
5. What is the meaning of social norms?
6. What is meant by religious norms?
7. Why are legal norms regarded as having the strongest sanctions of all norms?
8. What is the definition of custom?
9. Write down at least 5 examples of politeness norms?
10. What is the definitionof etiquette?

CHAPTER III
PROCESS AS SOCIAL INTERACTION
BASIC DEVELOPMENT PATTERN order and
DYNAMICS OF SOCIAL LIFE

I. SOCIAL INTERACTION
a. Understanding Social Interactions
Humans as social beings is never separated from the influence of social environment. Kinds of social action by man :
1. Instrumental social action (Zwerk Rational)
2. Value-oriented social action (Rational Werk)
3. Action affection (affectual Action)
4. Traditional action (traditional Action)
b. Social interaction patterns
1. Individuals with individual
2. Individuals with a group
3. Group by group
c. The characteristics of social interaction
1. Number of players more than one person
2. The existence of communication between actors by using symbols, symbols.
3. The presence of time dimension
4. The existence of objectives to be achieved
d. Driving factors of social interaction
1. Imitation
Is the process of learning how to imitate a person with
2. Suggestion
Is a way of giving a view or influence by others seseorng certain way, so that he will follow the views or influence without thinking.
3. Identification
Is a tendency or desire in people to be equal with others.
4. Sympathy
Is the attraction that comes from yourself someone who makes him feel as though different in others.
e. Terms of social interaction
1. Social contacts
Is a social relationship between one individual with another individual.
2. Communication
Is the process of delivery from one to another person who is directly or through the tool for others to provide feedback or specific action.
a) Associative processes
Social interaction with the process of associative meaning is positive.
1) Cooperation (cooperation)
Is a joint effort between the individual or group to achieve common goals.
• Bargaining,
• Cooptation
• Kalition
• Joint vanture
2) Accommodation
Is the process of adjustment between the individual and between individuals or groups with the intention to reduce or overcome the tension and chaos. Of accommodation :
• Coercion (Coercion)
• Arbitration (Arbitrage)
• Compromise (Comprimuse)
• Mediation (Mediation)
• Conciliation (Conciliation)
• Tolerance (tolerance)
• Staleman (stalemate)
• Adjudication (Adjudication)
The results of accommodation :
• suppress opposition
• position
• pave the way towards the assimilation
3) Assimilation
Is a social process that characterized the effort to reduce differences between groups and efforts to equate the unity attitude, mentality and goals to achieve common goals.
Factors that support the assimilation :
• tolerance of different cultures
• equal opportunity in the economic field
• attitude of respect towards foreigners and kebudayaanya
Factors that inhibit :
• geographical location closed (isolated)
• lack of knowledge about other cultures
• fear of other cultures
4) Acculturation
Is the process of receiving and processing the elements of foreign culture to be part of the culture of a group without losing the personality of indigenous culture
b) Process dissosiatif
The process under conditions of conflict.
1) Competition (competition)
Is a social process when the two parties vying with each other and do something to achieve a certain victory.
2) Kontravensi
Is a form of social processes that differ between competition and conflict / conflict. Kontravensi forms :
• General
• Is simple
• Intensive
• Confidential
• Tactical
3) Conflict (conflict)
Is a social process between individuals or specific groups marked by removing or destroying the opponent.
Factors causing :
• Individual differences
• Cultural background difference
• Differences economic interests, political and social
• Change the value of quick and sudden
Special form of conflict :
• Personal Conflict
• Political Conflict
• Racial conflict
The consequences of conflict :
• Positive result
• Negative result

EXERCISE
EXERCISE 1
1. The factors which influence the process of social interaction is .......................,........................,.......................,.............................
2. The forms of social interactions in the society is ...............................,..............................,...................,...................
3. The basic elements that constitute a social association is .....................................,................................................................
4. Values in social interactions play a role as ................................,................................,....................................
5. 3 examples of acomodation are
.....................................,........................................,......................
6. 2 negative effects an imitation .................................................,..................................................
7. A social interaction will not happen if the requirements are not met, ...................................,...................................................................
8. 3 examples of the traditional action are ..................................,.................................,...................................
9. 2 examples of the acculturation ................................................................,.......................................
10. 5 effects of the competition ...............,.................,.........................,..........................,...................

EXERCISE 1
1. What is the meaning of social action?
2. What is the purpose of someone’s doing in the social action?
3. What is definition of social interaction?
4. What is the meaning of social relation?
5. What is a social role?
6. What are the requirements for a social interaction to take place?
7. What is the process of social conflict happen?
8. Why can be a social conflict happened?
9. What are the general types of contraventions?
10. How does an accomodation process happen? Describe your answer using a scheme!
Baca selengkapnya...

Pengikut